Pengusaha Hiburan di Bekasi Jadi Sasaran Pungli

uang2

BEKASI,TVBERITA.COM- Tidak adanya peraturan daerah (Perda) yang mengatur tempat hiburan malam (THM) di wilayah Kabupaten Bekasi, membuat para pengusaha hiburan tumbuh subur tanpa mendapat pengawasan yang berarti dari Pemkab Bekasi.

Akibat tidak adanya payung hukum yang jelas mengenai aturan main tempat hiburan di Kabupaten Bekasi, pengelola tempat hiburan menjadi tidak berdaya ketika ada oknum pejabat berwenang yang meminta upeti atau pun meminta layanan gratis.

Saat ini, pengelola tempat hiburan mengaku, kalau ada oknum pejabat eselon IV A di Dinas Pariwisataa Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora), Kabupaten Bekasi yang kerap kali meminta agar para koleganya diberikan tempat ketika ingin menikmati fasilitas hiburan.

“Kami tidak bisa menolak, karena secara legal, usaha kami sudah menyalahi aturan, tanpa adanya payung hukum yang jelas,” kata salah seorang pengelola tempat hiburan yang ada di bilangan Cikarang Selatan, Bekasi.

Dirinya mengaku, saat ini pihaknya merasa kesulitan saat ingin memperpanjang izin operasional, karena berbenturan dengan surat edaran yang dikeluarkan Pemkab Bekasi tentang izin penyelenggaran usaha kepariwisataaan, yang dikeluarkan pada Tanggal 18 Agustus 2014 dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Pariwisataa Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bekasi dengan No 556/2641/Disparbudpora/2014.

Dalam surat tersebut menerangkan bahwa tempat usaha kepariwisataaan di luar kafetaria, rumah makan, sanggar tari, spa sauna, agar segera menghentikan kegiatan usaha dan operasionalnya. “Tapi anehnya, ada oknum pejabat di Disparbudpora yang sanggup mengurusnya. Kami percaya saja, karena orang tersebut pejabat di Disparbudpora,” terangnya.

Oknum pejabat tersebut menurutnya, meminta uang antara Rp5 juta sampai Rp30 juta. Uang tersebut diminta olehnya dengan dalih untuk memperpanjang izin operasional. Para pengelola awalnya percaya, namun setelah beberapa lama surat perpanjangan izin operasional yang dimohon tidak kunjung keluar, akhirnya pengelola merasa curiga.

“Suratnya tidak kunjung keluar, kami pengelola mendesak terus, dan akhirnya oknum tersebut mengeluarkan surat keterangan sedang proses dan ditandatangani oleh oknum tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD dari Fraksi Demokrat, Taih Minarno mengatakan, tindakan yang dilakukan oknum pejabat Disparbudpora sudah menyalahi aturan. Karena menurutnya, sampai saat ini tidak ada peraturan daerah (Perda) yang mengatur tempat hiburan malam. Taih meminta, Inspektorat Kabupaten Bekasi untuk segera memeriksa oknum tersebut.

“Itu sudah pungli, karena sampai hari ini tidak ada perda yang mengatur tempat hiburan. Inspektorat harus memeriksa oknum itu, karena sudah berniat memperkaya diri,” kata Taih, kemarin.

Selain itu, lanjutnya, pengelola hiburan yang merasa dirugikan diminta untuk segera melaporkan ke penegak hukum ataupun ke Inspektorat. Agar ulah oknum tersebut dapat dihentikan dan ada efek jera bagi yang lain.
(lee)

happy wheels

One thought on “Pengusaha Hiburan di Bekasi Jadi Sasaran Pungli

Tinggalkan Balasan

Berita Sebelumnya:
investasi
Subang Sasaran ‘Empuk’ Investor

Close