Sidang parlemen di Indonesia kecoh, posisi speaker, wakil dikuasai oposisi

JAKARTA: Posisi Ketua dan tiga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia didominasi partai oposisi, partai Golkar dalam pemilihan yang diadakan malam tadi.

Setya Novanto, seorang pemimpin senior partai Golkar dipilih menyusul keributan yang terjadi sebelum itu yang mengakibatkan wakil partai bakal presiden, JokoWidodo, partai Demokrat Indonesia Perjuangan bertindak keluar dewan.

Laporan menyatakan setelah perdebatan hangat di dewan perwakilan malam tadi, partai Demokrat mengusulkan agar pencalonan untuk jabatan tersebut ditunda karena sudah lewat.

Pihak oposisi namun bersikeras menginginkan juga pemilihan jabatan itu dibuat dengan cepat malam tadi, tapi saran itu tidak disetujui oleh partai Demokrat.

Kondisi itu menimbulkan perselisihan dan keributan dan akhirnya wakil partai Demokrat bertindak keluar dari dewan.

Mengingat hanya ada wakil oposisi dan tidak ada pesaing, maka calon dari partai yang mendukung partai oposisi memenangkan posisi penting tersebut.

Partai oposisi pimpinan Jenderal (B) Prabowo Subianto yang tewas dalam pemilihan presiden Juli lalu, menguasai 63 persen dari 560 kursi di dewan tersebut.

Pengamat politik melihat keributan yang terjadi pada tahap awal konferensi itu sebagai pertanda tidak baik bagi Widodo, yang akan mengambil alih Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 20 Oktober ini.

Analis mengatakan Widodo memerlukan dukungan dari parlemen untuk melakukan reformasi bertujuan memulihkan ekonomi dan membantu rakyat miskin.

“Tapi tampaknya hubungan antara presiden dan parlemen akan diwarnai dengan konflik dalam lima tahun mendatang,” kata Syamsuddin Haris dari Lembaga Ilmu Indonesia. – AFP

happy wheels

Tinggalkan Balasan

Berita Sebelumnya:
Julia Person
Direktur Intelijen Amerika Serikat Mengundurkan Diri

Close